Pesan Pak Toyo


Pesan Pak Toyo

Oleh :Suci Ayu Latifah 

Hari Minggu, Rio, Edo, dan Roni pergi ke sungai hendak memancing. Kata Paman Ali Sungai Mbeji yang ada di bawah bukit Desa Pangkal, Ponorogo ikannya banyak dan beragaman jenis.

“Umpannya sudah siap kan?” tanya Roni pada Edo sebelum berangkat.

“Siap!” jawab Edo memberi isyarat jempol.

Matahari baru saja menyapa. Tepat pukul 7, mereka tiba di sungai Mbeji. Menyusuri sungai lalu berpencar mencari tempat yang banyak dihuni ikan.

“Lihat itu. Besar sekali!” seru Rio.

“Iya, ada ikan gabus!” kata Roni sembari menunjuk batu besar.

Tak banyak aksi, mereka memasang umpan berupa cacing tanah. Di bawah hangatnya matahari, mereka menunggu kailnya bergerak. Tak lama, Edo berteriak girang. Kailnya bergerak. Alat pancingnya terasa berat. Setelah ditarik ke permukaan, dapatlah ia ikan.

Kemudian disusul Rio dan Roni, juga mendapat ikan. Justru ikan Roni lebih besar dibandingkan Edo.

Setelah satu jam memancing, mereka berkumpul di bawah pohon dekat sungai. Dikumpulkannya ikan yang mereka dapatkan.

“Banyak ya hasil memancing kita hari ini,” kata Roni sembari mengusap keringat.

“Kita bisa lo dapat lebih banyak dari hari ini,” celetuk Rio.

“Bagaimana caranya?” seru Roni dan Edo serentak.

Tanpa menunggu waktu, Rio langsung mengambil alih di sela-sela mereka. Kemudian, ia bercerita tentang pengalaman kakeknya saat memancing ikan. Yakni menggunakan obat potas.

“Kalau obat itu sudah tercampur oleh air, para ikan akan mabuk, lalu mati,” terang Rio.

“Benar juga. Tapi boleh atau tidak potas di sungai ini?” ragu Edo.

“Itu dipikir nanti saja.  Yuk kita beli potas!” ajak Rio.

Sepulang dari sungai, mereka membeli obat potas di toko. Sampainya di sana, mereka ditanyai Pak Toyo, pemilik toko.

“Hayo, kalian mau jadi pembunuh ya?” tanya Pak Toyo.

“Ya tidak dong, Pak. Kata Kakek potas itu obat supaya mendapatkan ikan banyak. Iya kan, Pak?” kata Rio.

Pak Toyo tersenyum. Kemudian, membenarkan pernyataan Rio karena tak ingin menjadikan mereka bagian dari perusak alam. Pak Toyo menjelaskan kemudahan menggunakan dan dampak dari potas.

Tidak saja ikan yang akan mabuk, lalu mati kalau terkena obat ini. Tapi, semua ekosistem yang ada di sungai akan mati. Kalau sudah begitu, sama halnya kalian mengganggu dan merusak ekosistem sungai, jelas Pak Toyo.

“Tindakan jahat itulah yang membuat ikan-ikan di sungai hilang. Kenyamanan dan kemakmuran hidup mereka diganggu oleh manusia,” kata Pak Toyo lagi.

Rio, Edo, dan Roni mulai mengerti. Akhirnya, mereka tidak jadi membeli potas karena tak ingin menjadi pembunuh dan perusak. Serta supaya kehidupan para ikan sejahtera dengan habitatnya.

“Boleh memancing tapi pakailah umpan dari alam saja,” pesan Pak Toyo.


Oleh : Suci Ayu Latifah
Penulis adalah  Mahasiswi STKIP PGRI PONOROGO 
jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

0 Response to " Pesan Pak Toyo"

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel