Perda Tak Digubris, Peredaran Miras di Tulang Bawang Marak


JakartaDaily.ID | Peredaran minuman keras beralkohol (Miras) masih marak terjadi di sejumlah lokasi di Kabupaten Tulang Bawang. Pihak aparat terkait seperti Satpol PP Pemerintah setempat terkesan tutup mata dan tidak menggubris atas maraknya peredaran minuman berbahaya tersebut.

Hasil investigasi 2 pekan terakhir, salah satu penyebabnya adalah makin bertambahnya tempat-tempat hiburan malam (THM) di sepanjang Jl. Lintas Timur Tulang Bawang.

Sejumlah tokoh masyarakat Tuba menilai Peraturan Daerah (Perda) terkait miras seperti tertuang dalam Perda no 5 tahun 2004 tak lagi membuat jera para pengusaha hitam di Tulang Bawang bergidik. Sebaliknya, lemahnya pengawasan para penegak hukum membuat para pelaku usaha hiburan seperti mendapat "tempat terhormat".

Adanya Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tulang Bawang no 5 tahun 2004 tersebut tidak menjadi penghalang bagi para pelaku usaha hiburan untuk mencari uang haram dari bisnis menjual minuman keras beralkohol (Miras) tersebut.

Diduga adanya pembiaran oleh pihak-pihak terkait, Pemda dan DPRD setempat yang menjadi penyebab menjamurnya tempat hiburan malam (THM) seperti tempat karaoke keluarga atau warung remang-remang yang menjadi alternatif maraknya peredaran miras dan diduga menjadi peluang untuk kegiatan prostitusi terselubung.

Ironisnya, keberadaan tempat-tempat tersebut diduga tanpa adanya pengawasan yang intensif dan tindakan tegas dari Pemerintah Daerah (Pemda) dan DPRD Kabupaten Tulang Bawang.

Selain itu, maraknya peredaran miras yang juga diduga menjadi tempat prostitusi terselubung dan berkedok tempat karaoke keluarga dan warung remang-remang tersebut, diduga sengaja dibiarkan oleh Pemda Tulang Bawang, bahkan komisi IV DPRD Tulang Bawang yang konsen mengawasi pariwisata dan hiburan, terkesan acuh menanggapinya.

Dari hasil pantauan mesujipost.com yang menyamar sebagai tamu kesalah satu tempat karaoke keluaraga yang ada di Jl. Lintas Timur Unit 2 Tulang Bawang, pada kamis (05/07/2018), selain menyediakan minuman keras, tempat tersebut menyediakan perempuan yang berpenampilan seksi sebagai pemandu lagu atau sering disebut dengan nama PL dengan tarif 50.000,- sampai 75.000,- perjamnya.

Salah satu pemandu lagu (PL) sebut saja Bunga yang berhasil dikonfirmasi oleh media, mengakui dirinya memang bekerja sebagai Pemandu Lagu (PL) dan menemani tamu untuk minum atau nyanyi bersama, namun apabila ada tamu yang meminta pelayanan lebih darinya, dirinya pun mengakui sering menerima asalkan harganya sesuai untuk diajak kencan.

"Ya, saya disini udah lumayan lama bekerja sebagai Pemandu Lagu (PL), selain itu paling nemenin nyanyi dan minum aja, untuk masalah upah atau bayaran saya bekerja disini di hitung perjamnya sebesar 75.000,-," ujarnya.

Selain itu, Bunga menyebutkan, ada sampingan dari persentase minuman yang dibeli tamu perbotolnya Rp.10.000,- dan saweran dari tamu saja. "Tapi kalau ada tamu yang ingin mengajak shorttime atau kencan, sering juga asalkan sesuai harga dan ada uang cabutnya untuk bawa saya ke hotel atau penginapan," imbuhnya.

Diharap  Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Tulang Bawang serta instansi terkait agar segera memberikan sanksi tegas sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) No 5 tahun 2004 kepada para oknum pelaku bisnis haram tersebut yang masih marak terjadi di wilayah hukum Kabupaten Tulang Bawang, agar tidak terkesan adan pembiaran dan unsur kerjasama serta menjadikan Perda tersebut sebagai topeng atau formalitas belaka.

Jurnalis : Chandra Foetra S
Editor   : Niki Putune Sinten


0 Response to " Perda Tak Digubris, Peredaran Miras di Tulang Bawang Marak"

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel