Terjadi di Lamtim! Ibu Kandung Tega Bunuh Bayinya Sendiri


JakartaDaily.Id | Diduga karena  malu menanggung aib karena  melahirkan bayi  dari hasil hubungan gelap,  PW seorang wanita asal Desa Tanjung intan  Kecamatan Purbolinggo, Lampung Timur diduga telah  tega menghabisi nyawa  anak kandungnya sendiri.

Akibat  perbuatan tersebut dan Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya didepan hukum saat ini yang bersangkutan harus mendekam di  hotel Prodeo Mapolres  Polres Lamtim.

Kapolres Lampung Timur AKBP Taufan Dirgantoro menjelaskan,  PW melakukan aksi pembunuhan terhadap bayi yang baru dilahirkan dari hasil hubungan gelapnya, pada pukul 16.00 WIB, Jumat (8/6) lalu.

Modus operandi yang digunakan olehnya dengan cara membekap mulut bayinya menggunakan tangannya sendiri hingga tewas.

Warga setempat yang curiga dengan kematian bayi itu melaporkan hal itu ke Polsek Purbolinggo.

Dari hasil penyelidikan Yang dilakukan Polsek Purbolinggo dan Polres Lamtim, diduga bayi malang berjenis kelamin laki-laki itu tewas akibat dibunuh ibu kandungnya sendiri.

Setelah cukup bukti, Polres Lamtim mengamankan PW, pada Sabtu (9/6). Bersama  tersangka turut diamankan barang bukti berupa satu buah gunting yang digunakan untuk memotong tali pusar korban dan sehelai kain putih yang digunakan untuk membersihkan darah dari mulut dan hidung korban.

Saat menjalani pemeriksaan Senin (11/6), tersangka mengaku nekat melakukan pembunuhan itu karena malu  melahirkan tanpa menikah.

Ia juga mengaku, bayi tersebut merupakan hasil hubungannya dengan kekasihnya.

Namun, pacarnya tak mau bertanggungjawab dan memilih kabur, atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP sub Pasal 341 KUHP jo pasal 80 ayat 3 dan ayat 4 UU Nomor 35 tahun 2014.

“Kami masih mengembangkan kasus tersebut guna memburu kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain,” jelas Kapolres.

Jurnalis : Herwan Toni

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.