Limbah Cemari Sungai Sekampung, Nelayan Mengadu Malah Dipimpong Pejabat Pemkab Lamtim


JakartaDaily.ID | Puluhan nelayan khususnya wilayah Jabung banyak yang mengeluhkan adanya ikan mati di aliran sungai Way sekampung, bahkan banyaknya ikan mati itu sudah merambah sampai ke sungai Seragi, Lampung Selatan. Dugaan sementara penyebab banyaknya ikan mati tersebut di karanakan limbah dari Hulu Sungai tersebut.

Sempat menjadi Viral dalam postingan Facebook atas nama Zaenal Abi pada 19 juni lalu, yang telah di ketahui beliau adalah Ketua Ikatan Jabung Sai (IJS) sangat memprihatinkan kejadian tersebut. Dan kejadian seperti itu hampir di setiap tahun pada hari-hari besar seperti idul fitri, idul adha dan hari Natal.

Saat di hubungi ketua IJS menjelaskan,”Kami ini kan di Jabung, tapi mulainya kan dari Hulu sana, Hulunya mulai dari Pugung sana, lebaran pertama mendapat informasi banyak ikan mati sudah sampai batu badak sana (Marga sekampung, red) tanggal 16 itu sudah sampai ke Jabung, Asahan. Tanggal 17 itu sudah sampai rawa seragi (Lampung Selatan, red) itu di iringi dengan air yang bau busuk, makanya saya bilang ini limbah dari atas, kondisi airnya berbau dan kehitaman gitu,” jelasnya.

Kecurigaan Zaenal Abi, ketua Ikatan Jabung Sai bermula dengan adanya harga ikan jenis baung yang di jual dengan harga tidak wajar.

Masih menurut Zaenal Abi,”temen-temen nelayan kan datang kerumah, saya kan gak tau kejadiannya, makanya saya curiga kok ikan Baung di jual cuma 25 ribu/kilo, kan ikan baung biasanya 50ribu, ternyata mereka tinggal ngambil mereka pakai mobil pas jualnya itu, saya pas kesana banyak ikan ikan mati,” tambahnya.

Permasalaan itu sendiri terjadi bukan hanya di tahun ini saja, bahkan para nelayan Jabung sendiri pernah berkunjung ke Pemda Lampung Timur untuk membahas permasalahan ini, namun pihak pemerintah setempat saling lempar melempar permasalahan itu dan sepertinya belum mampu untuk mengatasinya.

Lebih lanjut Zaenal mengatakan,”karena informasi dari nelayan pak Mashur mereka pernah nemui nyimah di Pemda Lampung Timur untuk nemuin Ibu Nunik, (Bupati Lampung Timur non aktif, red) tapi dari bu Nunik lempar ke sekda, sekda lempar ke dinas lingkungan hidup, dinas lingkungan hidup gak mampu gitu kan untuk mengatasinya, bahkan mereka (para nelayan, red) minggu depannya lagi di suruh ke pemda, ya namanya nelayan itu kan gak punya dana untuk ke Pemda lagi, jadi mereka urung kesana,” tutupnya.

Jurnalis: Herwan Toni


0 Response to " Limbah Cemari Sungai Sekampung, Nelayan Mengadu Malah Dipimpong Pejabat Pemkab Lamtim"

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel