Ketua FSDRK: Pengesahan UUD Terorisme dan Perppu Tepat


Ketua FSDRK (Forum Sejarah Damai dan Resolusi Konflik) , Muhammad Ichsan. S.Pd

Oleh Muhammad Ichsan S.Pd 

Desakan pengkajian UUD Terorisme dan bahkan secepatnya desakan kepada Presiden untuk di Perppukan terkait UUD terorisme sudah tepat, Kata Pengamat FSDRK, Muhammad Ichsan.

" Pintu Terorisme Indonesia sudah tidak mengenal kemanusiaan lagi, mereka sudah mencontohi kelakuan empunya negara terorisme seperti Suriah, Irak, bahkan lebih gila lagi mereka mengadopsikan kegiatan dan gerakan ISIS secara masiv di negara kita yang super damai ini," ujar Ichsan.

Presiden sebagai kepala negara eksekutif tertinggi harus mengambil sikap tegas perppu terorisme jika terhalang pengesahan UUD Terorisme jika tidak ada kelanjutan perihal tersebut, tuturnya.

Hari ini bahkan telah terjadi kerusakan mental bangsa kita yang terus disajikan kegilaan doktrin teroris yang mempertontonkan aksi barbar dan sadis di muka umum dengan meledakkan diri dengan menjadikan masyarakat yang di doktrim untuk menjadi (Pengantin) pembawa bom tersebut.

Pagi tadi dikejutkan dengan bunyi ledakan keras di halaman depan Mapolrestabes Surabaya (14/5) pukul 08.30 wib. Diduga otak Tersangka pelaku mulai menggunakan pengantin yang mengatasnamakan agama tertentu dan korban (satu keluarga) dijadikan kelinci percobaan "mereka".

Jika tidak ada sikap tegas dari pihak pemangku jabatan negara, maka hal ini akan terus berlanjut dengan ekperimen baru mereka.

Data terbaru telah 5 lokasi yang sukses mereka ledakkan 3 gereja, 1 Mapolres serta aksi gagal yaitu perakitan Bom di Sidoarjo.

"Memaafkan atau tidak mereka (teroris) itu urusan Tuhan, tetapi mengirim mereka ke Tuhan itu terserah saya." ujarnya, ambil saja ungkapan Presiden Vlamir Putin ini, kata Ichsan tutupnya. [MI]



0 Response to " Ketua FSDRK: Pengesahan UUD Terorisme dan Perppu Tepat"

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel