Korlabi Laporkan 2 Wanita pemilik Akun Facebook Penghina Ulama


JakartaDaily.ID | Penghinaan terhadap ulama dan/atau tokoh agama terjadi lagi, akun atas nama Nabila Ramadani memposting gambar yang menghina Habib Rizieq Shihab, H Munarman dan Novel Bamukmin, serta akun atas nama Sulasmiati Sul membalas dalam gambar tersebut dengan komentar yang menghina.

Atas kejadian tersebut Humas KORLABI Soni Putra, SH dalam keterangan persnya menyampaikan oleh karena dianggap telah mencemarkan nama baik Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Syihab dan juga H Munarman SH serta Ust Novel Bamukmin S.H dalam meme tersebut seolah-olah digambarkan baru saja menjalani “khitanan”.

Sebagai respon atas tindakan tersebut KORLABI (Koordinator Pelaporan Bela Islam) pada Rabu siang pukul 13.15 melayangkan surat laporan terkait 2 akun Facebook diduga Pelaku ujaran kebencian di media sosial bernama Nabila Ramadani dan Sulasmiati Sul.

Dalam pelaporan tersebut terlihat hadir, Ketua Korlabi, H. Damai Hari Lubis, SH, MH, Humas Korlabi, Soni Putra, SH, serta Sekjen Korlabi, Novel Bakmumin Chaidar, SHI.

Ketua Korlabi beserta rekan-rekan Korlabi rabu siang di bareskrim mabes polri untuk melakukan pendampingan terhadap sekjen Korlabi, Novel Bakmumin dalam rangka melaporkan pemilik akun Nabila Ramadani dan Sulasmiati Sul, yang telah memposting gambar dan konten di FB dengan gambar seolah olah rekan kami Novel baru melaksanakan khitanan.

Ditambahkan Damai Hari Lubis, ”Kasus ini agar polri cepat melakukan tindakan sesuai kewenangannya terkait laporan-laporan yang pernah dilakukan Korlabi dan AAB," terangnya.

Laporan ini terkait masalah ujaran kebencian serta penistaan yang diatur didalam KUHP dan UU ITE.

Melihat keterlambatan selama ini penyidik polri sejak pelaporan terhadap AA, SSP dan GR dan lain-lain, yang sampai saat ini tidak jelas proses hukumnya.

Dampak dari hal tersebut faktanya semakin banyak dan berani oknum pelaku penghinaan terhadap ulama.

Terlapor kami laporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 156 KUHP jo Pasal 28 ayat 2 UU ITE “Ujaran kebencian”. Korlabi juga menghimbau kepada semua pihak-pihak yang tidak suka terhadap Ulama agar segera bertaubat, pungkasnya. (Rls/R)

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.