Astagfirullah, 50 Tenaga Honorer Islamic Centre Lamtim Sejak Januari Diduga Belum Terima Gaji


JakartaDaily.ID | Gedung Pusat kegiatan umat islam milik Pemkab Lampung  yang merupakan salah satu destinasi wisata Religi di Lamtim diterpa oleh isu tak sedap  mengenai gaji tenaga honorer.

Masalah ini kian meruncing dan menjadi buah bibir, karena ditengarai ada sekitar kurang lebih 50 orang tenaga kerja honorer di Gedung Islamic Centre milik Pemerintah dan masyarakat  Kabupaten bumei tuah bepadan Lampung Timur hingga saat ini diduga belum juga menerima honor.

Terkait hal ini belum ada pernyataan resmi dari Pemkab Lamtim, namun anggota DPRD Kabupaten Lampung Timur Faizal Risa mengaku gerah.

Oleh karen itu, Faizal meminta Pemkab Lampung Timur segera membayarkan gaji tenaga honor. Menurutnya, gaji tersebut merupakan hak karyawan yang harus di tunaikan.

Politisi Partai NasDem itu menyayangkan sikap dan kebijakan lembaga Eksekutif yang terkesan mengesampingkan kepentingan dan hak para tenaga kerja honor tersebut.

Menurutnya, Gedung Islamic Centre yang  di kelola  oleh Unit Pelayanan Terpadu (UPTD)  Dinas Pendidikan dan kebudayaan  bersama dinas Pariwisata  setempar mempekerjakan  50 orang lebih  Tenaga Honor yang sejak Bulan Januari hingga saat ini belum juga menerima gaji.

Karenanya, lembaga DPRD setempat meminta agar pemerintah daerah Lampung Timur untuk dapat segera membayarkan gaji para tenaga honor di Islamic Centre tersebut, sebab kata dia, persoalan upah itu merupakan hak atas keringat para pekerja yang telah di keluarkan.

"Kami sangat menyayangkan atas belum di bayarnya upah atau gaji para tenaga honor di Islamic Centre, karena itu adalah kebutuhan mendasar yang langsung menyentuh. Sementara kegiatan seremoni yang terkesan hanya pesta-pesta rakyat dapat terealisasi, tapi yang lebih prinsip  justru di abaikan," keluh Faizal Risa hari ini, di kediamannya, Sukadana (03/05/2018).

Sementara itu, Kepala UPTD Islamic centre Sukadana Tugi yang dikonfirmasi media, hingga berita ini dirilis tidak dapat di mintai keteranganya.

Jurnalis : Herwan Toni


No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.