Terciduk! Ombudsman Temukan Dugaan Pihak Sekolah Mengerjakan soal UNBK


JakartaDaily.ID | Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Provinsi Lampung menemukan dugaan pelanggaran berat di MTSN 1 Lampung Tengah yaitu terdapat dua oknum yang masuk ke ruang ujian dan duduk di bangku peserta, serta seorang siswa yang tidak berada di ruang ujian pada saat Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tengah berlangsung di hari kedua (24/4).

Menurut keterangan Koordinator Tim Monitoring UN Ombudsman R.I Perwakilan Provinsi Lampung, Singgih Samsuri mengatakan hal tersebut benar terjadi, awalnya Ombudsman R.I Lampung melakukan kunjungan ke MTSN 1 Lampung Tengah dalam rangka monitoring UN, namun ternyata terdapat dua orang oknum yang tengah duduk di bangku ujian sedangkan yang bersangkutan bukan pengawas, proktor, teknisi, ataupun peserta ujian, selain itu ditemukan seorang siswa yang tidak berada di ruang ujian.

"Benar bahwa ada 2 orang oknum yang berada dalam ruang ujian A serta duduk di bangku siswa, dimintai keterangan awalnya 2 orang oknum ini mengaku sebagai panitia, namun setelah kami cek SK Kepanitiaannya nama 2 orang oknum ini tidak ada.

Selain itu, Ombudsman juga menemukan ada siswa yang tidak berada di tempat saat ujian tengah berlangsung, kemudian daftar hadir siswa pun kami cek, namun siswa tersebut tidak menandatangani daftar hadir, padahal posisi komputer siswa sedang on mengerjakan soal.

"Kami masih mendalami apakah siswa tersebut tidak hadir dari awal atau hadir namun pergi meninggalkan ruangan," Katanya.

Menurut keterangan pihak sekolah, siswa tersebut hadir namun izin ke toilet, tetapi tidak kunjung kembali. Ombudsman meragukan keterangan tersebut, karena setelah tim mengecek daftar hadir yang bersangkutan tidak menandatangani daftar hadir sedangkan seluruh siswa telah menandatanganinya.

"Bahkan Kepala Madrasah saja tidak ada ditempat, kami hanya menemui ketua panitia dan suasana ujian sangat tidak kondusif," Lanjut Singgih

Selain itu, Ombudsman juga menyoroti banyaknya temuan di MTSN 1 Lampung Tengah ini, seperti suasana kelas yang gaduh dan siswa yang tak segan-segan berinteraksi, serta pengawas yang berasal dari sekolah yang sama dengan peserta ujian.

Ditemui di Bandar Lampung, Kepala Ombudamsman R.I Lampung, Nur Rakhman Yusuf mengatakan temuan ini akan menjadi perhatian Ombudsman.

"Saya sangat menyangkan hal-hal seperti ini bisa terjadi, jadi yang mengerjakan soal siapa kalo siswanya ga ada? Bahkan daftar hadirnya saja tidak ditandatangani siswa tersebut. Selain itu oknum yang masuk keruangan dan duduk menggantikan siswa di bangkunya ini ngapain? Mengerjakan soal siswa kah? secara kelembagaan temuan ini akan kami telusuri lebih lanjut. Selain itu kami teruskan ke ORI Pusat, dan Kanwil Kemenag Provinsi Lampung Untuk dilakukan perbaikan agar hal-hal tersebut tidak kembali terjadi," Ungkapnya.

Dalam pelaksanaan pemantauan UN tingkat SMP sampai hari ini (25/4) Ombudsman R.I Perwakilan Provinsi Lampung sudah mengunjungi 3 Kabupaten/Kota, diantaranya Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang. Hasil pemantauan Ombudsman secara menyeluruh baik SMK, SMA dan SMP di berbagai sekolah di Kabupaten/Kota akan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait. Selain itu temuan pelaksanaan UNBK di Lampung akan dilaporkan ke Ombudsman R.I di Jakarta.

Jurnalis : Rendi Ronaldo/Azhimi



No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.