Sengketa Tanah Jabung, Warga: Cabut izin Prinsip PT Austasia stock feed Harga Mati


JakartaDaily.ID | Sengketa tanah yang terjadi di Desa Negara Batin Jabung, Lampung Timur mendapat sorotan tajam dari warga secara beragam. Namun umumnya mereka menghendaki adanya sikap tegas Pemkab Lamtim.

Menurut Ibrahim, warga setempat, menyatakan sikap tegas Pemkab Lamtim sangat dibutuhkan pada saat ini. "Ini seiring dengan keberadaan PT Austasia stock feed di Desa Negara Batin yang sudah tidak lagi memberi manfaat bagi warga," katanya, dalam kesempatan diskusi/ sharing siang tadi dengan awak media ini.

Hal itu dikarenakan, lanjut Ibrahim, Perusahaan  sudah berupaya mau merampas tanah kami dengan alasan HGU yang gak jelas.

"Selain itu juga perusahaan telah melapor kan kami selaku  pemilik sah lahan ke polisi dengan tuduhan yg tidak terbukti.
Dan  perusahaan juga  telah melaporkan kepala desa kami dengan tuduhan  pemalsuan surat tanpa alasan yang jelas," tegasnya.

Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas, lanjutnya,  kami masyarakat meminta  pemerintah untuk mencabut izin prinsip perusahaan.

Hal senada juga disampaikan oleh Iskandar. Malahan Iskandar menilai perusahaan tersebut sudah tidak lagi  membawa azaz manfaat lagi untuk warga, karena itu kami warga Negara batin  minta Pemerintah mencabut izin Prinsip perusahaan.

Sementara Muhidin, Ketua DPD Pekat IB Lampung Timur secara terpisah menyebutkan, "Kami atas Nama Warga Negara Batin meminta Pemerintah untuk Mencabut Izin Prinsip Perusahaan," tegasnya.

Ia juga mengatakan  permintaan cabut izin Prinsip merupakan Harga mati dari kami. "Permintaan Cabut izin Prinsip merupakan harga mati dari warga," pungkasnya.

Jurnalis : Herwan Toni

0 Response to " Sengketa Tanah Jabung, Warga: Cabut izin Prinsip PT Austasia stock feed Harga Mati"

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel