Ribuan Pedagang Kartu Pulsa Ponsel Besok Gruduk Istana


JakartaDaily.ID | Ribuan pedagang kartu pulsa telepon selular (Ponsel) besok akan menggelar demo serentak ke Istana Negara dan kantor Menteri Kominfo, Senin (2/4).

Aksi geruduk tersebut tentu saja sebagai bentuk protes mereka, karena Pemerintah mengeluarkan kebijakan membatasi satu pengguna ponsel cuma boleh memiliki 3 nomor kartu.

“Iya, benar. Rencananya, Senin (2/4) kami menggelar demo serentak. Yang pasti, bukan cuma berpusat di Jakarta, tapi juga di 25 kota besar lainnya,” tegas Abas, Sekjen Kesatuan Niaga Cellullar Indonesia (KNCI), Sabtu (31/3).

Menurut Abas, saat ini telah mengantongi izin keramaian atau untuk menggelar aksi demo dari Mabes Polri. Tidak kurang dari 3000 pedagang yang akan ikut turun ke jalan mendukung aksi demo. Namun begitu, massa bisa saja lebih dari itu.

Disebutkan dia bakal banyak pedagang menutup usaha untuk sementara, demi mengikuti aksi demo nanti. Mereka sepakat meminta agar Pemerintah melalui Kemeninfo meninjau kebijakan yang telah dikeluarkan, terkait pengguna ponsel hanya boleh regristrasi ulang atau menggunakan 3 nomor kartu.

”Faktanya, banyak juga pengguna ponsel, membeli kartu untuk internet. Apalagi, harganya jauh lebih murah, ketimbang pulsa biasa,” sebut Abas lagi.

Daniel Remote bersama puluhan rekannya dari berbagai daerah dan kota besar di Indonesia, siap bergabung melakukan aksi demo di Istana Negara dan kantor Menteri Kominfo.

Tak hanya itu, sejumlah anggota DPR RI pun, siap mendukung aksi demo tersebut. Sebab, mereka bersimpati, lantaran para pedagang kartu paket data internet, banyak yang mengandalkan hidup dari situ. (Agus/PBK)


No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.