Gagal temui Jokowi, Suami Istri Asal NTT Ini Terlantar di Jakarta


JakartaDaily.Id | Sepasang suami istri asal Nusa Tenggara Timur nekat ingin ke Jakarta untuk menemui Presiden Joko Widodo agar dibuatkan Kartu Indonesia Sehat untuk istrinya yang infeksi saluran kemih. Sesampainya di Jakarta mereka berdua malah telantar karena kehabisan ongkos.

Petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Timur yang sedang bertugas pun menyelamatkan mereka di sekitar Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Mereka sudah berusaha menghubungi sanak saudara di Jakarta tapi nggak ada yang bisa dihubungi," ujar Petrus salah satu Petugas P3S Suku Dinas Sosial Jakarta Timur saat dihubungi pada Sabtu (14/4).

Petrus juga mengatakan, ketika ditanya kenapa datang ke Jakarta, sepasang suami istri itu hanya ingin dibuatkan Kartu Indonesia Sehat agar istrinya yang sedang menderita infeksi di perut bisa dirawat. Itu membuat istrinya kesulitan buang air hingga perutnya membesar.

Belakangan diketahui bahwa sepasang suami istri itu bernama Nikolaus Newa dan Fransiska Enga asal Penginanga Desa Lape Kecamatan Aesesa Flores Nusa Tenggara Timur.

"Dengan bermodalkan uang hasil menjual ternak babinya, bapak Nikolas dan Ibu Fransiska berangkat ke Jakarta dengan uang 4 juta. Tapi uang hasil jual ternaknya kurang, akhirnya telantar di Jakarta," ujar Petrus.

Sepasang suami istri itu ingin agar dirawat dan dioperasi di Rumas Sakit yang ada di Jakarta karena di NTT alatnya tidak memadai. Setalah dioperasi dan dinyatakan sembuh, mereka mau balik lagi ke NTT.

Petugas pun segera berkoordinasi dengan petugas Kementerian Sosial agar sepasang suami istri itu mendapatkan perawatan kesehatan. Rencananya mereka akan dirujuk ke rumah sakit rujukan nasional.

Sambil menunggu proses tersebut petugas telah membawa mereka ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung. Di panti memastikan mereka tidak telantar dan tidur di jalanan. ( M Huda)

0 Response to "Gagal temui Jokowi, Suami Istri Asal NTT Ini Terlantar di Jakarta "

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel