Anda Ingin Liburan? Yuuk Berlibur ke Ekowisata Hutan Mangrove Sriminosari


Bila Anda berkunjung ke Kabupaten Lampung Timur, rasanya kurang afdol jika belum mengunjungi Desa Sriminosari Kecamatan Labuhan Maringgai. Mengapa demikian? Karena  di desa ini, terhampar hektaran hutan bakau yang kini sudah dikelola menjadi kawasan ekowisata Hutan  Mangrove Sriminosari.

Jarak tempuh menuju Objek Wisata ini sekitar 65 kilometer dari Kota Sukadana dan dapat ditempuh melalui jalur darat dalam waktu sekitar 2,5 jam dari Kecamatan Sukadana.

Durasi perjalanan yang  cukup panjang karena akses jalan tidak sepenuhnya mulus, kecepatan laju mobil pun dikurangi tidak bisa full. Perjalanan harus disambung dengan motor, melewati persawahan yang sedang kerontang.

Untuk bisa menikmati asiknya panorama Ekowisata Hutan Mangrove  tersebut  pengunjung harus merogoh kocek 5.000 Rupiah/per orang,  1 Ticket Masuk. Setelah  memperoleh ticket masuk  pengunjung pun lalu berjalan kaki melihat indahnya taman bakau melalui jalur trekking sepanjang 800 meter yang terbuat dari kayu dan bambu.

Menurut keterangan  Lestari salah seorang penggiat Wisata, jalur treking tersebut tak lama lagi akan diperpanjang menjadi 1000 meter hingga mencapai pulau pasir timbul yang nantinya akan dijadikan lapangan volley pantai sebagai bagian dari atraksi wisata di Taman Mangrove.

Hutan bakau itu sendiri  berkontribusi besar dalam menyerap karbon dioksida dan  berdaya guna melindungi kawasan pesisir pantai dari abrasi.

Objek wisata ini dikembangkan oleh warga melalui Koperasi Konsumen Nelayan Rukun Sido Makmur dan BUMDES setempat. merupakan Objek  wisata yang sarat unsur pendidikan lingkungan.

Yang menarik lagi, disini  terdapat tujuh gazebo berdiri di atas laut dan  dapat digunakan untuk beristirahat serta  satu kantin jajan milik koperasi.

Pengunjung bisa pesan makanan dan minuman di kantin yang ada disini. Sementara dari tempat ini juga terlihat view yang indah dengan jejeran pondok-pondok buat ngadem dan duduk-duduk santai sambil asyik ngobrol ngalor ngidul.

LIPSUS

(Herwantoni)





No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.