Anak Proklamator Sukmawati Sukarno Putri Kebal Hukum?


JakartaDaily.ID | Kasus puisi Kidung ibu Indonesia yang menyeret nama anak sang proklamator membuat netizen khususnya masyarakat muslim dibikin kesal seantero negeri. mengapa, bayangkan karena dalam balutan syair puisi anak sang proklamator  tersebut terdapat kata yang membandinhkan bahkan merujuk pada perendahan suatu syariat ( anjuran) agama tertentu. Bunyinya " kecantikan konde ibu indonesia lebih lebih bagus dari pada cadar ", serta suara merdu ibu indonesia lebih bagus dari suara azan. disinilah pro dan kontra terjadi. begitulah isi salah satu bait puisinya. 

Masyarakat Indonesia yang sebenarnya mayoritas muslim dan sangat toleran serta sabar terhadap penghinaan penghinaan yang sering mengarah dan diarahkan karena memang sasaran empuk oknum anti  kebhinnekaan itu, merasa hal ini sangat menghina serta melecehkan agama Islam. sungguh sangat disayangkan seorang anak proklamator menjadi pemicu pemecah bela bangsa dan bagian dari kasus menjurus ujaran kebencian. Ibarat, " bapak merajut benang merah merah, sang anak menumpahkan benang berdarah ".

Sebenarnya Puisi memang identik dengan budayawan, perlu pendalaman dan penghayatan saat membacakan setiap syairnya, namun puisi juga harus memilik arah dan arti secara luas dan dapat dicerna dengan baik oleh pendengarnya dan pendengar dapat mengambil inti dari puisi. sebut, ujar Ichsan, Ketua Forum Sejarah Damai Resolusi Konflik (FSDRK), di Jakarta. (4/4)

Semenjak Sukmawati telah membacakan Puisi bertajuk Ibu Indonesia yang dibaca Sukmawati dalam acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya' di Indonesia Fashion Week 2018 pada 29 Maret 2018 , banyak lembaga, ormas serta para tokoh muslim republik ini yang mengkritik keras hingga melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, dan bahkan di media sosial telah tersebar surat laporan resmi. bahkan bertambah siang ini, Pihak Persaudaraan Alumni 212 ( PA 212 ) atas kasus dugaan Penodaan Agama oleh Sukmawati Soekarno Putri, yang akan dilaporkan oleh Dedi Suhardadi, SH., SE, Alumni 212, yang juga Sekjen Kaukus Pembela IB HRS, anggota Tim Advokasi GNPF Ulama.

Namun kita kembalikan kepada pihak kuasa hukum dan pihak berwajib untuk mengusut kasus merujuk ujaran kebencian yang dapat menimbulkan gesekan baru terhadap masyarakat luas nantinya.

Mengenai ungkapan bahwa keluarga sukarno kebal hukum kita tidak bisa pungkiri karena adik dari Megawati sukarno putri sekarang ini yang juga menjabat ketua umum PDI P sebagai pemilik kekuasaan negeri, bahkan presiden jika di tugaskan perihal ini kemungkinan siap menyelesaikannnya. maka kasus ini pun selesai dan tutup buku. kemudian kasus isue nasional lain pun turut ikut tertutup dikarenakan adanya kasus Puisi anak sang proklamator tersebut.

Bahkan ada yang mengkaitkan puisi ini dengan kasus yang menerpa anak megawati sukarno putri puan maharani mengenai kasus e ktp yang menjeratnya. serta Menurut Novel, puisi yang dibacakan Sukmawati lebih menistakan agama dibandingkan ucapan Ahok yang spontan soal nukilan surat Al Maidah. Ahok, kata dia, mengucapkan kalimat yang menistakan agama secara spontan dan berada di komunitas khusus. Jelas Kuasa Hukum PA 212 tesebut. ( M Ichsan)


No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.