Penerima PKH Labuhan maringgai Lamtim Diduga Kurang Tepat Sasaran


JakartaDaily.ID | Program Keluarga Harapan (PKH) adalah suatu program yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RSTM), jika mereka memenuhi persyaratan yang terkait dengan upaya peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), yaitu pendidikan dan kesehatan.

Tujuan utama dari PKH adalah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumberdaya manusia terutama pada kelompok masyarakat miskin. Tujuan tersebut sekaligus sebagai upaya mempercepat pencapaian target MDGs. Secara khusus, tujuan PKH terdiri atas: (1) Meningkatkan kondisi sosial ekonomi RTSM; (2) Meningkatkan taraf pendidikan anak-anak RTSM; (3) Meningkatkan status kesehatan dan gizi ibu hamil, ibu nifas, dan anak di bawah 6 tahun dari RTSM; (4) Meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan, khususnya bagi RTSM.

Sasaran atau Penerima bantuan PKH adalah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang memiliki anggota keluarga yang terdiri dari anak usia 0-15 tahun dan/atau ibu hamil/nifas dan berada pada lokasi terpilih. Penerima bantuan adalah lbu atau wanita dewasa yang mengurus anak pada rumah tangga yang bersangkutan (jika tidak ada lbu maka: nenek, tante/ bibi, atau kakak perempuan dapat menjadi penerima bantuan). Jadi, pada kartu kepesertaan PKH pun akan tercantum nama ibu/wanita yang mengurus anak, bukan kepala rumah tangga. Untuk itu, orang yang harus dan berhak mengambil pembayaran adalah orang yang namanya tercantum di Kartu PKH.

Calon Penerima terpilih harus menandatangani persetujuan bahwa selama mereka menerima bantuan, mereka akan: (1) Menyekolahkan anak 7-15 tahun serta anak usia 16-18 tahun namun belum selesai pendidikan dasar 9 tahun wajib belajar; (2) Membawa anak usia 0-6 tahun ke fasilitas kesehatan sesuai dengan prosedur kesehatan PKH bagi anak; dan (3) Untuk ibu hamil, harus memeriksakan kesehatan diri dan janinnya ke fasilitats kesehatan sesuai dengan prosedur kesehatan PKH bagi lbu Hamil.

Beberapa Waktu lalu warga Masyarakat  Desa  labuhan maringgai kecamatan Lagu  juga mendapatkan bantuan tersebut. pantauan awak media dilapangan para warga yang menerima bantuan tersebut  kurang tepat sasaran , karena   para keluarga yang menerima bantuan tersebut diduga kebanyakan berasal dari keluarga yang mampu  dan keluarga yang semesti  layak untuk mendapatkan bantuan pkh dll, justru tidak mendapatkannya seperti halnya yang dialami oleh keluarga ibu siti sakdiyah warga dusun v desa setempat. 

Keluarga ini memiliki 3 orang anak berusia sekolah dan  seorang balita berusia 14 bulan. ironisnya keluarga tersebut tidak tersentuh oleh bantuan mulya dari pemerintah baik yang berupa PKH, KIP, KIS dan lain-lain.

"saya memiliki 3 orang anak berusia sekolah dan 1 balita 14 bulan, namun saya tidak mendapatkan  sentuhan bantuan Program keluarga Harapan," kata  diah  saat berbincang bincang dengan kru Jakarta Daily, hari ini.

Ia juga  menambahkan bahwa diri nya sudah sejak  dua tahun silam meminta suaminya   untuk menyampaikan hal tersebut ke Dinas sosial kabupaten Lampung Timur, Namun tetap saja tidak ada respon.  "Saya sudah sejak 2 tahun silam meminta suami saya untuk menyampaikan  ke desa dan  ke dinas Sosial, namun tetap saja nggak dapat PKH," tutupnya.

Jurnalis : Herwan Toni


No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.