Kapolres Lamtim Terharu Saat Kunjungi Tanjung Sekopong, Begini Ceritanya


JakartaDaily.ID | Tanjung Sekopong Adalah Sebuah wilayah yang terletak dilepas pantai timur  Lampung timur  atau terletak sekitar 76 kilo dari Kuala Penet Marga sari Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Nama Tanjung Sekopong itu sering  disebut-sebut warga  pada Tahun 2015 dan 2016. Hal tersebut Dikarenakan tanah Pasir, tempat para nelayan tersebut tinggal, hendak ditambang oleh  PT Sejati 555 Nusantara Sejahtera..

para nelayan tersebut bisa tinggal di Sekopong dikarenakan mereka  terusir dari lahan  milik  Tn.Way Kambas.

Pemerintah  daerah  pusat diduga  tidak memberi alternatif bagi mereka untuk tetap menjadi nelayan, akhirnya Warga yang umumnya berasal dari Kuala Penet itu menemukan ide tinggal di pulau-pulau pasir di Laut (Selat Bangka /Laut Jawa). Meskipun warga pindah beberapa kali dalam setahun, mereka tetap memilih  menjadi nelayan.

Kamis(8/3/2018),   Kapolres Lampung Timur AKBP Yudy Chandra, Penghubung Kodim 0411 Lamteng Mayor Joko Subroto,.
Mereka menempuh 3 jam perjalanan dengan dengan menggunakan spead boad untuk mencapai tempat itu dari Tpi  Kuala Penet, Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

Orang nomor 1 Dijajaran Polres Lampung Timur Seakan   tidak percaya atas adanya  kehidupan  sekitar  40 KK nelayan yang ada  di sana.

Hidup  Mereka hidup berpindah-pindah. Bila ombak besar datang mereka naik ke atas perahu, menjaring ikan di laut yang menjadi jalur kapal Jakarta- Bangka tersebut.

Ada satu  hal yang  membuat Akbp Yudi .Chandra Erlianto  terenyuh dan  kaget saat melihat Kapolsek Labuhan Maringgai Kompol Efendi Koto  menetes kan airmata dan  menyeka air matanya ketika  memperkenalkan  seorang lelaki tua yang berasal dari Talang padang Tanggamus yang tak  lain adalah pamannya, sudah Puluhan Tahun Mereka  tidak bertemu.

Saat berbincang bincang  dengan seorang nelayan tergolong paling tua di sana, “Sudah puluhan tahun kami tidak pernah ketemu,” kata Kapolsek Labuhan Maringgai kepada Kapolres dan rombongan.

Jurnalis : Herwan Toni

No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.