JOIN Minta Laporan Mano Disupervisi Polda Sulsel


JakartaDaily.ID | Laporan dugaan pengancaman dan penganiayaan yang dilaporkan Mano Syiar ke Polres Palopo, jelang dua tahun lalu kini masih diselimuti kabut tebal penyelesaiannya. Pengurus JOIN Minta Kapolda Sulsel dapat mensupervisi.

Permintaan ini berdasarkan adanya dugaan jika dua saksi diajukan pelapor tak diacuhkan penyidik hingga kasus ini sulit ditingkatkan statusnya ke penyidikan.

Dugaan kesengajaan tidak memeriksa saksi mata ditengarai ada kepentingan oknum penyidik yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan isteri terlapor.

Ketua JOIN Sulsel, Rifai Manangkasi mengakui jika dirinya telah mengetahui klarifikasi pihak Polres Palopo dan sedikit dapat maklumi setelah mengkonfrontir dengan Mano Siar.

Hanya saja, kata Rifai beberapa klarifikasi pihak Polres Palopo perlu kembali ditelaah semisal penyidik tak melakukan pemeriksaan saksi mata.

Permintaan oknum penyidik Satreskrim ke pelapor agar kasus ini tidak perlu dilanjutkan sebab telah dicopot dari jabatan adalah diluar kontes KUHAP. "Perlu ditelisik maksud permintaan oknum penyidik itu ," ujar Rifai.

Dengan jenjang lebih tinggi misalnya ke Polda maka diyakini jika proses penyidikan semakin bermutu, transparan dan qualifaid.

Selain kurangnya saksi yang diperiksa agar lebih memperkuat penyelidikan dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengancaman keselamatan diri pelapor, pihak pelapor juga tak mengakui pernah diberitau perkembangan laporannya. "Coba buktikan mana SP2HP,"ujar Mano.

Agar terhindar dari prasangka buruk dugaan terjadi permainan dalam penyelidikan laporan Mano diharapkan Kapolda dapat menyupervisi penanganan kasus ini.

Sumber : JNN
Editor.    : Chandra Foetra S.




0 Response to " JOIN Minta Laporan Mano Disupervisi Polda Sulsel"

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel