Hingga Maret 2018, Penerimaan Pajak DKI Jakarta Capai Rp 4,9 Triliun


JakartaDaily.ID | Terhitung sejak Januari hingga 12 Maret 2018, realisasi penerimaan pajak yang diterima Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Jakarta, sudah mencapai Rp 4, 9 triliun.

Kepala BPRD DKI Jakarta, Edi Sumantri mengatakan, dari raihan Rp 4,9 triliun, perolehan tertinggi  berasal dari pajak kendaraan bermotor (PKB) sebesar Rp 1,5 triliun lebih. Selanjutnya pajak PBB-P2  sebesar Rp 145.093.074.445 dan pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor sebesar Rp 988.227.730.100.

"Dari Januari hingga 12 Maret 2018, realiasasi penerimaan pajak daerah sudah mencapai Rp 4 triliun lebih," ujar Edi, Rabu (28/3).

Diungkapkan Edi, untuk 2018, pihaknya menargetkan penerimaan retribusi dan pajak sebesar Rp 38 triliun dari 13 sumber yaitu, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), Pajak Air Tanah (PAT), Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Parkir, Pajak Reklame dan Pajak Rokok

Kemudian, Pajak Penerangan Jalan (PPJ), Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) serta Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

"Kami optimistis penerimaan pajak tahun ini akan tercapai 100 persen," tandasnya. (BeritaJakarta)

0 Response to " Hingga Maret 2018, Penerimaan Pajak DKI Jakarta Capai Rp 4,9 Triliun"

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel