Hindari Oprasi Dishub, Bajaj Nyaris Nabrak Pengendara Motor


JakartaDaily.ID | Puluhan kendaraan bergasil di tindak oleh pihak Satuan pelaksana (Satpel), Perhubungan Gerogol Petamburan, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, di wilayah Gerogol, Jakarta Barat, Selasa (13/3/2018).

Menurut Kasatpelhub Kecmatan Gropet, Surahman, operasi ini merupakan menindak lanjuti keluhan masyarakat, terkait parkir liar, dan angkot yang ngetem sembarangan di lokasi Jalan Kyai Tapa (depan roxy), Taman Daan Mogot, Jalan Tanjung Duren Raya, wilayah Grogol.

"Total ada 57 Kendaraan yang kita tindak, hari ini dengan rincian, penindakakan operasi cabut pentil (OCP) roda dua sebnyak 33 motor, OCP kendaraan roda empat sebanyak 16 mobil, dan BAP tilang ditempat terhadap angkutan umum yang ngetem sebanyak 8 kendaraan," ungkapnya.

Surahman nenegaskan bahwa, pihaknya tidak akan bosan melakukan penindakan terhadap pelanggaran di wilayah demi terciptanya ketertiban lalulintas, dan kenyamanan bagi masyarakat.

Ketika dilakukan penindakan terhadap empat bajaj yang kedapatan ngetem sembarangan di jalan Kyai Tapa, tepat di depan Kampus Trisakti, para sopir bajaj panik, dan kabur menghindari petugas yang akan menanyakan surat surat kendaraan, dengan gesitnya para sopir langsung tancap gas, masuk kedalam gang, namun dua di antaranya berhasil di hadang petugas dilapangan.

Denny (34), Salah seorang sopir Bajaj mengaku kaget dengan kedatangan petugas Dishub, dia mengaku sedang menunggu penumpang, lantaran itu, Denny meminta maaf, dan mengakui bahwa dirinya panik, sehingga memutuskan untuk kabur, dan hampir menyenggol beberapa pengendara motor yang melintas di lokasi tersebut.

"Aduh, Beneran kaget saya tiba tiba dihadang petugas dishub, padahal saya baru 25 menitan keluar," pungkasnya (Badar/JNN)


No comments

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.