Harimau Sumatera Butuh Perhatian Besar Oleh Semua Pihak


Jakartadaily.ID | Pimpinan Redaksi (Pimpred) Harian Lampung Ekspres plus, Adolf Ayatuloh Indrajaya (Bung Dolf) menghadiri, sekaligus sebagai pemateri bersama tim media, Pemerintah daerah Lampung dan kalangan pemerhati satwa langka dalam forum pembahasan populasi Harimau Sumatera di Hotel 21 Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus Lampung, Kamis(15/3).

Populasi dan keberlangsungan harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) yang ada di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kabupaten Tanggamus dan Pesisir Barat perlu dijaga dan membutuhkan perhatian besar oleh semua pihak.

Berdasarkan data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat ini populasi harimau sumatera tersisa sebanyak 700 ekor. Diantara tiga spesies harimau di Indonesia,  terdapat tiga spesies yakni harimau Bali,  Jawa dan Sumatera.  Dari tiga spesies ini hanya harimau sumatra yang tersisa,  dua diantaranya sudah punah.

Sebagai upaya penyelamatan populasi harimau sumatera,  maka organisasi pemerhati lingkungan Sumatran Tiger merasa sangat perlu untuk melakukan berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan harimau sumatera.

Salah satu upaya tersebut yakni dengan dilakukannya pelatihan advokasi untuk mendorong upaya konservasi harimau sumatera pada Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kabupaten Tanggamus. Pelatihan ini dihadiri unsur WCS,  pemerintah dan kalangan media yang dipusatkan di Hotel 21 Gisting,  Tanggamus.

Acara tersebut diselenggarakan oleh WCS, Tigger, Lingkungan hidup, gef dan UN DP. Forum bertemakan  Pelatihan Advokasi Mendorong Upaya Konservasi Harimau Sumatera Pada Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). 

Jurnalis : Rendi Ronaldo/Azhimi


0 Response to " Harimau Sumatera Butuh Perhatian Besar Oleh Semua Pihak"

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel