Warga Talang Padang Tanggamus Persoalkan Gedung Pemkab Berubah Jadi Sarang Walet


JakartaDaily.ID | Warga Talang Padang Tanggamus kini mulai geram dengan ketidak-jelasan status sebuah bangunan gedung berlantai dua yang berdiri tegak di tengah pasar Kota Talang Padang Tanggamus.

Diduga alih fungsi Gedung milik Pemkab Tanggamus itu telah menjadi tempat ternak Sarang Walet. Padahal, gedung yang dibangun dan di diperkirakan berdiri pada tahun 1984-an itu diduga berdasarkan MoU dengan pihak swasta. Artinya, jika memang mengacu pada kerjasama dengan sistem BOT, maka setelah 25 tahun maka status gedung harus dikembalikan kepada Pemda. Inilah yang menjadi dasar pertanyaan publik mengapa gedung ini masih difungsikan sebagai sarang walet? Ada apa? Dan kemana uang sewa kontrak itu bermuara?

Seperti diketahui, Skema pembangunan Build Operate Transfer (“BOT”) diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah (“Permendagri 19/2016”). Skema pembangunan BOT dalam Permendagri 19/2016 dikenal dengan istilah Bangun Guna Serah (“BGS”).

BGS adalah pemanfaatan barang milik daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu tertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu.

"Nah itulah Bang, Sampai sekarang belum ada keterangan Hak Guna Bangunan (HGB) dari Pemkab Tanggamus. Kalau memang habis masa kontraknya, seyogyanya tidak berfungsi sebagai sarang walet," kata Sonedi, warga Talang Padang, hari ini.

Dia menyebutkan, oleh penyewa/pengguna gedung dua lantai itu diduga diubah untuk sarang walet diatasnya. Diketahui penyewa yang bernama Alay dan Tuntung itu memanfaatkan gedung untuk kepentingan bisnis Walet.

Seterusnya diapun mengatakan bahwa masyarakat Talang Padang merasa keberatan. "Ya, kenapa kok gedung itu diduga dialihfungsikan oleh penyewa sebagai sarang walet, tidak sesuai peruntukannya," keluhnya.

Sehingga kami merasa, imbuhnya,  ada apa dengan pihak Pemkab Tanggamus? kenapa dibiarkan saja sampai hal itu terjadi. Yang kami khawatirkan akan berdampak buruk pada kesehatan kami, sehingga mengganggu kenyamanan, karena gedung tersebut berada ditengah pasar, tepatnya didepan Koramil dan Poslantas Talangpadang," ujar warga yang lain, yang enggan disebutkan jati dirinya.

Ditempat terpisah, Usman Basri (56) yang berprofesi sebagai penjaga malam menambahkan, "selama bertahun-tahun saya bekerja, tidak pernah mendapatkan sebatang rokok pun dari mereka. Selain itu, Alay sebagai pemilik gedung walet yang berada dijalan raya Radin Intan tepatnya depan BNI Talangpadang tidak pernah memperhatikan masyarakat lingkungan sekitar, singkat nya kami masyarakat mohon keadilan," harap Usman.

Atas keluhan warga tersebut, awak media menemui kedua pengusaha itu, yang menempati gedung tersebut, karena bertepatan hari raya Imlek. Namun mereka tidak ada ditempat, sedang berada diluar, sehingga tidak dapat dikonfirmasi terkait permasalahan ini.

Sementara pihak kecamatan Talangpadang, saat dikonfirmasi  mengatakan  sudah melakukan himbaun secara lisan kepada pihak pengguna dan sesuai dengan batasan wewenang kami, berdasarkan tupoksi kami sebagai instansi itu hanya melaksanakan dan menegakkan peraturan. Namun belum ada perkembangan.

"Begitupun ibu camat Talangpadang selalu mengevaluasi jajarannya dalam melaksanakan pelayanan prima," jelas Rama yang membidangi Analis Kecamatan mewakili camat  Talangpadang, Kabupaten Tanggamus Lampung, Yulinarti.SE, pada Sabtu (17/2).

Terkait status gedung Rama menyebutkan peraturan, "bahwa hak guna/pakai bangun HGB berlaku untuk jangka 25 tahun, sudah itu selesai. Maka akan ada perpanjangan kedepannya, sepengetahuan saya belum lihat MoU  yang baru. Sementara gedung tersebut diperkirakan dibangun pada tahun 1984, saya sendiri masih kecil pada saat itu," ungkapnya.

Jadi kesimpulannya, kata Rama, sudah habis masa berlakunya, namun lebih detailnya silahkan tanya  kepada yang membidangi atau dinas terkait.

Jurnalis : Azhimi/Rendi Ronaldo
Editor : Niki Putune Sinten

0 Response to " Warga Talang Padang Tanggamus Persoalkan Gedung Pemkab Berubah Jadi Sarang Walet"

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel