Kapitra: Pesan Habib Rizieq Kawal Sidang PK Ahok


JakartaDaily.ID | Kuasa Hukum Habib Rizieq,  Kapitra Ampera mengatakan bahwa Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) itu memberikan pesan khusus kepada para pendukungnya terkait permohonan Peninjauan Kembali kasus penistaan agama dengan terpidana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Habib Rizieq yang juga dikenal Imam Besar FPI itu meminta agar sidang PK Ahok dikawal. “Pesannya disuruh kawal,” kata Kapitra , Jumat 23 Februari 2018.

Pengadilan Negeri Jakarta Utara memastikan sidang perdana Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan digelar Senin, 26 Februari 2018. Wacana untuk memindahkan sidang ke Auditorium Kementerian Pertanian di Ragunan dibatalkan. Persidangan tetap digelar di gedung PN Jakarta Utara Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat.

Sebelumnya kelompok yang menamakan diri Persaudaraan Alumni 212 menyatakan akan menggelar aksi untuk menolak sidang itu. Alasannya, sidang PK ini hanya permainan untuk membebaskan Basuki Tjahaja Purnama. "Alumni 212 akan turun mengepung sidang PK Ahok," kata juru bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin, Jumat, 23 Februari 2018.

Novel enggan menyebut jumlah massa yang bakal ikut berunjuk rasa. Namun dia mengklaim, massa datang dari enam wilayah Jakarta dan luar Jakarta. "Kami prediksi dari Jabodetabek, Jawa Barat, dan Banten, siap turun," kata dia.

Pengadilan Negeri Jakarta Utara tahun lalu menjatuhkan vonis dua tahun kepada Ahok dalam perkara penistaan agama pada 2016. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak mengajukan banding atas keputusan hakim. Setelah lebih dari enam bulan menjalani hukuman, ia mengajukan peninjauan kembali (PK). (sumber: Tempo)


0 Response to " Kapitra: Pesan Habib Rizieq Kawal Sidang PK Ahok"

Post a Comment

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel